-->

Kamis, 11 Oktober 2012

Rajah 1

   Rajah atau biasa disebut wifiq dapat diartikan sebagai benda mati yang dibuat seseorang dan mempunyai kaidah spiritual yang tinggi. Rajah yang ditulis oleh ahli ilmu spiritual biasanya berupa tulisan arab, angka angka, gambar, huruf huruf tertentu atau simbol simbol yang maknanya hanya diketahui oleh si pembuat rajah. Pada rajah yang dibuat itu biasanya telah terisi kekuatan gaib dan bahkan ada yang sampai berkhodam (memiliki jin).


       Didalam menulis rajah pasti ada aturan, tata cara, waktu, serta sarana yang harus ditaati. Apabila dalam menulis rajah salah satu syarat tidak ditaati maka fungsi rajah yang ditulis tersebut tidak akan sempurna dan reaksinya pun akan memakan waktu yang sangat lama, namun fungsinya tetaplah bisa dirasakan.
  • Adapun tata cara menulis Rajah yakni :
  1. Suci Badan (berwudhu)
  2. Melakukan meditasi sejenak (menjalin energi ghaib)
  3. Jangan Bercakap-cakap saat menulis
  4. Menahan Nafas saat menulis rajah,kalau bernafas berhentilah menulis rajah,baru dilanjutkan kembali dengan menahan nafas
  5. Lidah ditekuk ke atas saat menulis
  6. Membaca Doa 3 x sebelum menulis,doanya :
“Bismillahir rohmanir rohim. 
Qul uhiya ilay’ya anahustama’a nafarun minal jinni wa bihaqqi 
Kaf Haa Yaa Aiin Shood wa bihaqqi Haa Miim AiinSiin Qoof”

  • Untuk pemilihan waktu pembuatan Rajah, tergantung dari jenis Rajah yang akan dibuat.
  1. Jenis ajimat keselamatan, pagar ghaib, perlindungan, hari yang baik adalah malam Jumat (Kliwon).
  2. Untuk jenis ajimat kerejekian, pelarisan usaha dan sejenisnya, dibuat pada hari Kamis (Legi).
  3. Untuk jenis ajimat pengasihan dan kasih sayang, dibuat pada hari Kamis atau Selasa (Kliwon).

  • Adapun arah pandangan yang terbaik saat membuat Rajah adalah menghadap kiblat. Karena semulia-mulia arah adalah arah menghadap Qiblat. Namun tidak mutlak selalu demikian, dapat juga disesuaikan dengan jenis rajah serta kondisinya.
  • Setelah syarat syarat tersebut dilakukan, barulah Rajah yang diinginkan bisa ditulis.
  • Setelah Rajah selesai ditulis, kemudian dillipat dan dibungkus dengan kain 7 lapis, agar tidak mudah rusak dan kotor apabila dibawa kemana mana.

  • Saat akan melipat atau membungkus Rajah bacalah
  1. Surat Al fatihah (1x)
  2. Innaa fatahnaa laka fat‟ham mubiinaa (3x)
  3. Nasrun minallahi wa fat‟hun qoribun, wa bas‟syiril mu‟miniin (3x)
  4. Allohuma sholi ala sayidina muhammadin (3x)
  5. Astagfirullah hal „adhim (3x)
  6. Laa illaaha illaallah (3x)
  7. Inna taqorruban ilallohil aliyyil adhim (3x)

Dengan terpenuhinya syarat tersebut, maka rajah yang dibuat barulah bisa dikatakan rajah yang sempurna dan memiliki nilai spiritual yang tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar